Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Pendidikan Dasar Terpadu Agama & Sains


Profil Lembaga & Tujuan Pendidikan
Berdiri sejak 12 Januari 1963 di bawah kepemimpinan MARZUKI, S.Pd.I, M.Pd.I, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlotusy Syubban memadukan keunggulan kurikulum nasional Kementerian Agama dengan nilai-nilai kepesantrenan. Mendidik anak-anak usia dasar dengan pembiasaan sholat dhuha, membaca Al-Qur'an tartil, hafalan Juz 'Amma, dan penguasaan sains dasar yang kuat.
Program Keunggulan Santri & Siswa
Sarana & Fasilitas Penunjang
- Gedung ruang kelas bersih berhawa sejuk
- Perpustakaan madrasah & pojok baca ceria
- Sarana olahraga & arena bermain ramah anak
- Akses pembinaan asrama pondok bagi santri cilik
Kurikulum Merdeka Kemenag & Dasar Kitab Kuning
Mengintegrasikan kurikulum resmi Kementerian Agama Republik Indonesia dengan khazanah kitab kuning salafiyah dan pembiasaan adab islami.
Syarat Pendaftaran Siswa/Santri Baru:
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK) 2 lembar
- Fotokopi Akta Kelahiran 2 lembar
- Pasfoto ukuran 3x4 (3 lembar)
- Ijazah / Surat Keterangan Lulus jenjang sebelumnya
- Mengisi formulir pendaftaran santri baru
Kantor Yayasan Nahdlotusy Syubban, Jl. KH. Ali Syafi'i, Purwosari, Sayung, Demak.
Hari & Jam Kerja: Sabtu – Kamis (07.30 – 13.00 WIB)
Unit Pendidikan Lainnya
Jelajahi jenjang pendidikan terpadu lainnya di bawah naungan Yayasan Nahdlotusy Syubban Sayung Demak.
Madrasah Diniyah (Madin)
Lembaga paling awal yang didirikan di langgar panggung. Wadah santri mempelajari kaidah bahasa Arab dan aqidah akhlak.
Pondok Pesantren Putra & Putri
Hunian intensif 24 jam dengan bimbingan rohani, kajian kitab kuning mendalam, serta halaqah tahfidz Al-Qur'an bersanad.
Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Fase pembentukan nalar kritis sains dan agama, hafalan Al-Qur'an terarah, serta pendalaman kaidah bahasa Arab dan akhlak santri.
Madrasah Aliyah (MA)
Kesiapan jenjang perguruan tinggi negeri/keagamaan (PTN/PTKIN) serta pembekalan kepemimpinan santri dan khidmah kemasyarakatan.
Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ)
Membimbing anak-anak mahir membaca Al-Qur'an dengan tartil, fasih tajwid, serta pembiasaan doa harian dan adab santri.
Raudhatul Athfal (RA)
Menanamkan kecintaan membaca Al-Qur'an, hafalan surat pendek, doa harian, dan pembentukan karakter akhlakul karimah sejak usia dini.